Jenis Tanaman Hias Rumahan untuk Taman Depan Rumah & Samping

Previous
Next

Jenis tanaman hias rumahan kerap dijumpai di lingkungan sekitar perumahan. Misalnya di tepi jalan, bagian luar bangunan, dalam ruangan, halaman rumah, dan lain sebagainya. Kehadiran tanaman ini membuat suasana menjadi lebih hidup.

Cari Jasa Taman di Medan?

Tahukah Kamu bahwa tanaman hias di Indonesia berbeda dengan yang ada di negara lain? Jenis tanaman atau tumbuhan tentu disesuaikan dengan kondisi alam di setiap negara. Tanaman hias di wilayah tropis seperti Indonesia pasti berbeda dengan tanaman di negara Korea yang beriklim sedang.

Terus simak penjelasan lengkap di bawah ini untuk memahami seluk beluk tanaman hias di Indonesia. Akan ada beragam informasi mulai dari sejarah, perkembangan, peluang bisnis, serta permasalahan yang berkaitan dengan tanaman hias.

Baca juga: jasa pembuat taman medan

Apa Saja Jenis Tanaman Hias

Istilah tanaman hias sudah beberapa kali disebut sedari awal. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan tanaman hias itu?

Seperti yang sudah diketahui, tanaman merupakan berbagai jenis tumbuhan yang memang sengaja ditanam dan dipelihara oleh manusia untuk tujuan tertentu. Sedangkan ‘hias’ yang melekat setelah kata ‘tanaman’ menjelaskan tentang fungsinya.

Jadi, tanaman hias adalah aneka jenis tumbuhan yang sengaja ditanam dan dipelihara oleh manusia untuk menghias dan memberikan aksen kesegaran dalam sebuah bangunan, ruangan, atau lingkungan. Jenis tanaman hias rumahan paling umum yang bisa ditanam di dalam ataupun luar rumah.

Istilah Tanaman hias sering juga disebut sebagai tanaman ornamental, tanaman dekorasi, dll juga kerap disamakan dengan tumbuhan yang berbunga. Padahal tak selalu tanaman hias itu berbunga. Begitu pula dengan tumbuhan berbunga tak selalu bisa dijadikan sebagai penghias.

Sesungguhnya tak ada patokan khusus sehingga sebuah tumbuhan tergolong sebagai tanaman hias. Asalkan pemilik sengaja menanam sebuah tumbuhan atau pohon untuk tujuan menghias, maka sudah dapat dikategorikan sebagai tanaman hias.

Unsur yang dicari dari suatu tumbuhan agar bisa dikategorikan sebagai tanaman ornamen adalah mempunyai nilai estetika atau keindahan. Keindahan ini juga relatif dan bergantung pada preferensi masing-masing orang.

Keindahan tanaman bisa muncul karena perpaduan warna daun, bentuk dan warna bunga, serta bentuk tumbuhan secara keseluruhan.

sumber: tanaman hias

Tanaman Hias Terindah di Dunia dan Bersejarah

Apakah Kamu sudah memahami pengertian tanaman hias? Sebelum membahas tanaman hias di Indonesia, sebaiknya Kamu memahami sejarahnya terlebih dahulu.

Para ahli memperkirakan bahwa tanaman hias sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Pada 1100 tahun hingga 300 tahun sebelum Masehi, kebudayaan Minoa di sebuah pulau dekat Yunani telah berkembang.

Salah satu benda peninggalan sejarah dari kebudayaan tersebut adalah pot yang memiliki lubang-lubang kecil di bagian dasarnya. Selain itu, pot juga dilengkapi dengan hiasan. Temuan ini diduga sebagai awal munculnya tanaman ornamen hias dalam peradaban manusia.

Selain orang-orang Minoa, tanaman juga sudah lazim dipelihara oleh bangsa Yunani, Cina, dan India. Bukti sejarah tanaman hias pun bisa dijumpai pada ukiran dinding di Mesir. Ukiran tersebut menggambarkan para budak sedang berjalan beriringan sambil membawa pot-pot atau wadah bunga.

Bangsa Romawi yang terkenal dengan peradabannya pun turut andil dalam sejarah munculnya tanaman taman hias di dunia. Pada masa pemerintahan Caesar, bunga lili dan mawar sudah banyak dibudidayakan sebagai tanaman penghias di rumah.

Sayangnya bunga mawar dan lili tidak bisa bertahan di tengah perubahan ke musim dingin. Sebagai solusinya, dibuatlah sebuah rumah khusus untuk menanam bunga yang diberi atap berupa lembaran mika tipis. Pemilihan bahan ini bertujuan supaya keadaan di dalam rumah tanam tetap hangat.

Suhu ruangan yang terjaga membuat lili dan mawar tetap bisa tumbuh sepanjang tahun. Namun penemuan ini ditentang oleh seorang filsuf bernama Seneca. Dirinya menilai bahwa bangsa Romawi telah melawan kodrat alam. Seneca pun menentang penemuan tersebut.

Tak ada bukti sejarah yang menunjukkan bahwa masyarakat romawi memelihara bunga di dalam rumahnya. Sempat muncul sebuah lukisan yang memperlihatkan seorang wanita Romawi bernama Santa Ursula. Di dalam lukisan itu juga tampak dua tanaman bunga di jendela rumahnya.

Beberapa ahli berpendapat bahwa saat itu orang Romawi memelihara tanaman hias di dalam rumah. Namun sebagian lainnya meragukan pendapat itu sebab lukisan Santa Ursula dibuat pada 10 abad setelah ia wafat. Kemungkinan besar pelukis telah terpengaruh dengan budaya yang ada saat itu.

Menjelang masa Rainanse, masyarakat mulai membuat kebun yang luas dan besar. Bahkan lebih besar dibandingkan dengan kebun yang dimiliki oleh masyarakat Romawi sebelumnya.

Tak puas dengan jenis-jenis tanaman Eropa, para saudagar yang ada di Venesia mulai melakukan impor. Wilayah asal impor yaitu Syria dan Persia. Tanaman unggulan dari Syria yang banyak diminati masyarakat Eropa adalah Hibiscus. Selain itu, Jasmine dari Persia juga punya penggemarnya sendiri.

Jumlah kebun berisi tanaman ornamental di wilayah Eropa terus bertambah. Budaya ini pun turut menyebar ke berbagai belahan dunia.

Sementara itu pada 1660 ada sebuah kabar yang cukup menghebohkan datang dari Inggris. Sir Hugh Platt menulis sebuah buku berjudul “Garden of Eden”. Di dalam buku tersebut ia menceritakan bahwa ada seorang bernama Mr. Jacob bisa memelihara anyelir di musim dingin menggunakan rumah kaca.

Sejak saat itulah orang-orang di Eropa mulai menggunakan rumah kaca untuk menanam berbagai macam tumbuhan. Mulai dari sayuran, buah-buahan, dan juga tanaman hias. Hal ini adalah strategi yang bagus untuk tetap bisa berkebun meskipun sedang musim dingin. Hingga kini Jenis tanaman hias rumahan sangat populer di banyak kalangan.

Sejarah Tanaman Hias di Indonesia

Sudah paham tentang awal mula munculnya tanaman hias di dunia? Ternyata manusia sudah memperhatikan estetika sejak zaman dahulu. Beralih ke dalam negeri, perkembangan tanaman hias di Indonesia juga sangat dinamis dari masa ke masa.

Tren tanaman hias terus berganti setiap tahunnya. Siklusnya pun sudah bisa ditebak. Ketika sedang tren, harga tanaman bisa sangat tinggi hingga puluhan juta rupiah. Namun harganya akan berangsur turun ketika masyarakat mulai bergeser ke tanaman jenis lain.

jenis tanaman hias rumahan

Tanaman Hias Yang Diburu Masyarakat Untuk Dikoleksi

Selera masyarakat terhadap tanaman hias sangatlah antusias. Jenis tanaman hias rumahan paling banyak diincar untuk dijadikan koleksi ataupun dibisniskan kembali. Berikut ini beberapa jenis tanaman yang populer di kalangan masyarakat dari masa ke masa.

Jenis Tanaman Hias Bonsai

Jenis tanaman hias yang pertama yaitu bonsai. Sejatinya bonsai bukanlah nama atau jenis tanaman tertentu, melainkan teknik untuk memodifikasi tanaman. Teknik yang berasal dari Jepang ini membiarkan tanaman-tanaman tumbuh dalam kondisi yang kerdil atau kecil.

Banyak jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai bonsai, contohnya:

  • Beringin
  • Bougenvilke
  • Azalea
  • Anggur
  • Maple
  • Pinus

Keindahan setiap tanaman bonsai berbeda-beda. Ada yang memang menunjukkan keunikan bentuknya. Ada pula yang memang fokus untuk menunjukkan betapa kerdilnya tanaman tersebut.

Bonsai memiliki harga yang cukup tinggi karena dianggap sebagai jenis tanaman hias yang mewah. Di Indonesia sendiri, bonsai identik dengan tanaman indoor milik seniman atau orang-orang elite.

Sejak tahun 70-an sampai saat ini, peminat bonsai tak mengalami penurunan. Tanaman yang satu ini masih tetap eksis di kalangan penggemarnya.

Jenis Tanaman Hias Pakis Monyet

Jenis tanaman hias rumahan yang sempat populer di Indonesia berikutnya adalah pakis monyet atau penawar jambi. Sebelum populer di Indonesia, pakis monyet telah populer terlebih dahulu di negeri tirai bambu. Meskipun lebih terkenal di Cina, penawar jambi ini juga mudah dijumpai di daratan Sumatera dan Jawa.

Mengapa dinamakan sebagai pakis monyet? Tanaman ini memiliki semacam bulu berwarna coklat yang tumbuh menjuntai. Jika diperhatikan, bentuknya mirip seperti seekor kera yang sedang duduk. Uniknya lagi, tanaman ini juga berbentuk seperti buntut kera ketika belum tumbuh daun.

Sayangnya, keberadaan pakis monyet di alam kini sudah sangat terbatas. Ketika tanaman hias yang satu ini sempat tenar pada masanya, banyak orang yang memburunya untuk dijual. Di samping itu, ekspor ke berbagai negara juga membuat populasinya semakin menurun.

Jenis Tanam Hias Kamboja Jepang atau Adenium

Kamboja jepang atau Adenium juga pernah viral di kalangan pencinta tanaman hias Indonesia. Tanaman bunga yang satu ini seperti versi kecil dari kamboja pada umumnya. Dilihat dari daun dan bunganya, tak berbeda dengan kamboja biasa.

Ciri khasnya terletak pada ukuran tanaman yang relatif lebih kecil. Di bagian pangkal batang terdapat gundukan yang seperti umbi. Kamu bisa memilih warna bunga yang Kamu sukai. Setidaknya Adenium mempunyai 12 jenis warna berbeda. Mulai dari warna yang tunggal hingga warna yang bergradasi.

Adenium ini lebih cocok ditanam di wilayah kering dengan curah hujan rendah. Oleh karena itu, sebagian orang menyebutnya sebagai mawar gurun.

Jenis Tanaman Hias Aglonema

Pernahkah Kamu mengenal tanaman sri rejeki? Tanaman inilah yang disebut dengan aglonema. Daya tarik utama Aglonema ada pada warna daunnya yang sangat beragam. Masing-masing warna memiliki penyebutan atau nama yang berbeda.

Aglonema moonlight memiliki warna utama hijau, sedangkan di sekitar tulang daun tampak warna merah muda atau pink muda. Jika dilihat dan diperhatikan, permukaan daunnya mengkilap, terlebih saat terkena cahaya matahari.
Aglonema bidadari memiliki bentuk daun yang agak lebih runcing dibandingkan moonlight. Warnanya lebih beragam dan lebih cantik dibandingkan jenis aglonema yang lain. Oleh sebab itulah disebut sebagai bidadari. Warna daunnya adalah perpaduan antara pink, kuning, dan hijau.
Aglonema pride of Sumatera, dari namanya saja Kamu sudah bisa menebak daerah asal tanaman yang satu ini. Daunnya lebih kaku dan memiliki tulang daun yang lebih besar berwarna merah muda. Daunnya memiliki warna utama hijau tua yang berpadu dengan bintik kecil putih.
Aglonema all star red memiliki warna merah terang seperti namanya. Uniknya, bagian tepi daun memiliki warna yang berbeda, yaitu hijau gelap. Jenis aglonema yang satu ini lebih sering dijadikan sebagai tanaman hias dalam ruangan.
Aglonema siam aurora memiliki susunan warna yang terbalik dibandingkan all star red. Jenis sri rejeki yang satu ini memiliki warna daun hijau tua. Sedangkan bagian tepi daunnya memiliki warna merah.
Harga jual aglonema di pasaran sangat beragam tergantung dari ukuran serta keindahan perpaduan warnanya. Umumnya tanaman hias ini dijual dengan harga mulai dari Rp 75,000 hingga Rp 750.000.

Jenis Tanaman Hias Euphorbia

Tanaman bunga dengan batang berduri yang satu ini pernah tenar di tahun 2000-an. Harga jualnya bisa mencapai jutaan rupiah kala itu. Bunga yang satu ini rupanya masih berkerabat dengan kaktus. Oleh karena itu, euphorbia tidak tahan terhadap air.

Penyiraman terhadap tanaman hias yang satu ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering. Apabila tanah terlalu basah, akar dan pangkal batang euphorbia bisa membusuk dan mati. Euphorbia juga tumbuh lebih baik dengan media tanam pasir dan pupuk.

Macam Macam Bunga dan Tanaman Hias Lainnya

Selain beberapa jenis yang sudah dijelaskan di atas, masih banyak tanaman hias di Indonesia yang lainnya. Semua tanaman tersebut tidak lekang oleh waktu, artinya tak bergantung pada tren tertentu. Harga jualnya pun bermacam-macam, bergantung dari jenis, kualitas, serta ukuran.

Peluang Bisnis Tanaman Hias Yang Menguntungkan di Indonesia

Tanaman hias berkembang cukup pesat di Indonesia. Peminatnya pun senantiasa mengalami peningkatan setiap waktu. Hal ini menjadikan peluang bisnis tanaman hias begitu besar. Terlebih ketika ada tren jenis tanaman tertentu, masyarakat pun akan banyak mencari tanaman tersebut.

Satu hal yang paling penting ketika memulai bisnis adalah menyiapkan modal. Bisnis tanaman ornamental bisa dijalankan dengan modal yang sedikit, bahkan tanpa modal sekali pun. Bagaimana cara memulai usaha tanaman hias tanpa modal? Jadilah dropshipper yang menjual barang milik orang lain.

Keuntungan yang didapatkan dari sistem dropship Kamu kumpulkan untuk modal memulai usaha sendiri. Pertama, belilah tanaman yang harganya murah terlebih dahulu. Kamu juga bisa memulai budidaya tanaman hias sendiri, namun waktu yang diperlukan tentu lebih lama.

Saat ini, media sosial menjadi salah satu tempat yang paling strategis untuk berjualan. Iklankan tanaman hias yang Kamu jual di sana. Dengan strategi yang tepat, pembeli akan berdatangan dengan sendirinya.

Lalu, siapa konsumen dari bisnis tanaman hias ini? Target pertama adalah golongan masyarakat yang sudah mencintai tanaman indah. Orang-orang seperti ini biasanya sudah paham tentang kualitas tanaman sehingga tak sulit untuk menawarkan produk Kamu.

Kamu juga perlu memperluas pasar dengan menawarkan produk kepada orang-orang awam. Cukup sulit memang untuk menarik hati orang awam. Namun ada satu strategi yang ampuh yaitu perlihatkan keindahan tanaman pada setiap iklan yang Kamu buat. Dengan begitu, orang awam pun akan tertarik.

Perencanaan Usaha Tanaman Hias Untuk Pemula

Selain modal dan strategi usaha tanaman hias, Kamu juga perlu menyiapkan peralatan dan bahan baku. Dimulai dari merencanakan peralatan usaha tanaman hias yang wajib kamu miliki.

  • Bibit tanaman hias
  • Tanaman hias siap jual
  • Pot
  • Pupuk
  • Media tanam
  • Pestisida
  • Pompa air
  • Mesin pencacah kompos
  • Selang
  • Cangkul
  • Alat pertanian lainnya

Kamu juga perlu mempertimbangkan lokasi yang tepat untuk mulai bisnis tanaman hias. Tempat yang ideal adalah di pusat keramaian atau di tepi jalan raya yang dilewati banyak orang. Pemilihan tempat yang tepat menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan dalam bisnis tanaman hias.

Poin terakhir yang tidak boleh diabaikan saat akan memulai bisnis adalah mempertimbangkan harga jual. Sebaiknya, Kamu mengikuti pasaran dalam menentukan harga. Akan lebih baik jika Kamu menjual dengan harga di bawahnya untuk menarik konsumen, namun jangan sampai merugi karenanya.

Jenis Tanaman Hias Kualitas Import-Eksport

Tahukah Kamu bahwa produk tanaman hias dari Indonesia tak hanya dipasarkan di dalam negeri. Banyak juga pengusaha yang berhasil menjual produknya hingga ke mancanegara. Jenis tanaman hias yang import dan ekspor paling sering berasal dari thailand, dan negera tetangga lainnya. Berikut ini beberapa jenis tanaman indah di Indonesia yang menjadi komoditas ekspor favorit.

Tanaman Hias Heuchera

Daya tarik utama dari tanaman Hauchera terletak pada daunnya yang unik. Bentuknya agak membulat dan bergelombang. Warna daunnya juga bermacam-macam, mulai dari putih dengan tulang daun ungu, merah, hijau muda, kuning, dan oranye.

Daun memang menjadi pesona utamanya, namun siapa sangka kalu tanaman hias yang satu ini juga menghasilkan bunga. Bahkan bunga yang dihasilkan juga tak kalah cantik. Umumnya, bunga hauchera dimanfaatkan untuk pelengkap buket atau rangkaian bunga.

Tanaman Hias Echinachea atau Coneflower

Coneflower berasal dari daratan Eropa namun tumbuh subur juga di Indonesia. Bahkan beberapa tahun terakhir, petani Indonesia berhasil mengekspor salah satu anggota famili daisy yang satu ini ke wilayah Eropa.

Banyak orang menyukai tanaman coneflower karena warna bunganya yang indah. Bunga-bunganya berwarna ungu dan sangat disukai oleh kupu-kupu.

Tanaman Hias Dracaena

Dracaena berasal dari daratan Afrika. Tanaman ini termasuk jenis semak. Namun karena keindahan dan kemampuannya dalam menyerap racun, Dracaena dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Kebanyakan orang memelihara dracaena di dalam ruangan.

Tak hanya digemari di Indonesia, masyarakat di Asia dan Eropa juga sangat menyukai tanaman Dracaena. Tak heran jika setiap tahun, petani Indonesia dapat mengekspor jutaan tanaman pengisap racun ini.

Tanaman Hias Sanseviera

Apakah Kamu mengenal tanaman lidah mertua? Siapa sangka tanaman yang satu ini menjadi salah satu jenis tanaman yang diekspor oleh para petani Indonesia. Negara tujuan ekspor lidah mertua atau sanseviera adalah Korea dan Singapura.

Contoh Tanaman Hias Langka dan Mahal 2022 di Indonesia

Indonesia memiliki beberapa tanaman hias yang harganya sangat mahal. Jarang masuk ke dalam jenis tanaman hias rumahan yang ditanam di rumah. Bahkan beberapa di antaranya juga langka dan sulit didapatkan. Apa saja tanaman tersebut? Yuk, simak.

Tanaman Hias Anggrek Hitam Papua

Posisi yang pertama ditempati oleh tanaman asli dari Papua, yaitu Anggrek Hitam. Untuk memilikinya, Kamu perlu menyiapkan dana sedikitnya 100 juta rupiah.

Seperti namanya, bunga ini memiliki kelopak berwarna hitam. Di tengah kelopak terdapat putik dengan warna yang begitu kontras, merah muda. Karena sangat langka, kini orang-orang berlomba untuk membudidayakan anggrek hitam.

Tanaman Hias Bonsai

Kamu tentu sudah memahami apa itu bonsai, bukan? Tanaman hias ini memang tidak langka, namun harga jualnya begitu tinggi. Tak heran jika bonsai identik dengan tanaman milik orang-orang kaya atau bangsawan.

Belakangan ini, terdapat sebuah toko online yang menjual bonsai kimeng dengan harga yang fantastis, yaitu 50 juta rupiah. Apakah Kamu berminat untuk membelinya?

Tanaman Hias Monstera

Tanaman monstera dianggap sebagai salah satu tanaman yang estetik. Umumnya, monstera diletakkan di dalam ruangan sebagai penghias. Karena akhir-akhir ini banyak orang yang mencari monstera, harganya pun berangsur naik.

Monstera memiliki batang dan daun berwarna hijau tua. Ciri khasnya ada pada daun yang tampak seperti sobek. Harga jual untuk satu monstera dewasa bisa mencapai 20 juta rupiah. Tanaman hias yang satu ini mahal karena proses tumbuhnya cukup lama.

Jenis Tanaman Hias Asli Khas Indonesia

Ada banyak sekali tanaman hias asli dari Indonesia. Beberapa di antaranya pun tak bisa Kamu jumpai di negara lain. Jenis tanaman hias rumahan beberapa masuk ke dalam tanaman khas.

Tanaman Hias Anggrek Khas Indonesia

Anggrek merupakan jenis tanaman epifit sehingga membutuhkan inang untuk tumbuh. Namun anggrek tidak mengambil makanan dari inangnya. Anggrek dan tanaman inang menjalin simbiosis komensalisme yang tidak saling menguntungkan atau merugikan.

Indonesia memiliki 2 jenis anggrek unggulan yaitu anggrek hitam Papua dan anggrek hitam Kalimantan. Anggrek Papua memiliki warna hitam pada kelopak bunga. Sedangkan anggrek Kalimantan sebaliknya, warna hitamnya hanya ada sedikit di tengah.

Tanaman Hias Edelweiss Jawa Khas Indonesia

Kalau Kamu pernah mendaki gunung, tentunya sudah tak asing lagi dengan bunga yang satu ini. Namanya adalah Edelweiss dan dikenal sebagai bunga abadi. Pasalnya, bunga ini tak akan layu meskipun telah dipetik dan disimpan dalam waktu yang lama.

Sebaiknya Kamu tidak memetik bunga Edelweiss yang ada di gunung. Saat ini sudah mulai banyak petani yang membudidayakan Edelweiss. Jika ingin memilikinya, belilah dari penjual bunga.

Tanaman Hias Melati Putih Khas Indonesia

Bunga yang satu ini kerap terlihat di upacara pernikahan, khususnya yang menggunakan adat Jawa. Melati mendapatkan julukan sebagai puspa bangsa karena melambangkan kesucian dan keagungan. Selain warnanya yang putih bersih, melati juga memiliki daya tarik berupa aromanya yang amat harum.

Tanaman Hias Sedap Malam Khas Indonesia

Sedap malam juga memiliki aroma yang sangat harum layaknya melati. Namun karakter wanginya berbeda. Berkat aroma ini, sedap malam sudah dipakai sebagai parfum oleh para bangsawan sejak tahun 1600-an.

Bunga yang menjadi kebanggaan Jawa Timur ini kerap dijadikan sebagai hiasan di dalam ruangan. Selain menambah ornamen dan menghidupkan suasana, sedap malam juga membuat harum di seluruh ruangan.

Hambatan Dalam Budidaya Tanaman Hias di Indonesia

Industri tanaman hias di Indonesia sudah mengalami perkembangan yang pesat. Sektor ini juga telah menghasilkan keuntungan hingga milyaran atau triliunan rupiah jika diakumulasikan. Meskipun begitu, masih banyak permasalahan yang harus dihadapi. Inilah yang sering menjadi batasan masalah atau rumusan masalah dalam budidaya tanaman hias.

Kurang Perhatian dari Pemerintah

Potensi budidaya tanaman hias di Indonesia sangat besar. Selain pasar dalam negeri, petani tanaman dekorastif Indonesia juga telah masuk ke pasar luar negeri. Mulai dari negara-negara Asia hingga ke Eropa.

Sayangnya, pemerintah masih belum memiliki kebijakan untuk meningkatkan ekspor tersebut. Jadi, saat ini petani masih berusaha sendiri. Mulai dari mencari buyer, melakukan transaksi, hingga mengirimkan produk.

Bantuan seperti modal, pengadaan benih, dan pupuk pun masih sangat minim dari pemerintah. Padahal petani tanaman hiasan ini berharap besar uluran tangan dari pemerintah. Sebab keuntungan bukan hanya bagi petani, negara pun akan turut merasakan dampak positif jika ekspor terus meningkat.

Harga Pupuk Tanaman Hias Mahal

Kendala selanjutnya adalah harga pupuk yang cukup tinggi, baik organik maupun kimia. Hal ini tentu membuat petani merasa keberatan. Pasalnya, semua tanaman hias membutuhkan pupuk supaya tumbuh dengan subur.

Harga pupuk yang cenderung tinggi ini membuat petani terpaksa menjual tanaman hias dengan harga yang lebih mahal. Kamui harga pupu lebih rendah, petani pun bisa menjual dengan harga lebih murah. Sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang mampu membeli tanaman hias ini.

Saat ini, banyak petani yang memproduksi pupuk secara mandiri, terutama untuk jenis organik. Cara ini dilakukan untuk menekan modal yang harus dikeluarkan.

Pengendalian Hama Tanaman Hias Tidak Maksimal

Hama tidak hanya menyerang tanaman di sawah. Tanaman hias pun tak luput dari serangan hewan pengganggu seperti ulat dan serangga. Tanaman hias diminati karena keindahannya, bagaimana jika estetikanya dirusak oleh hama? Tentu kualitasnya akan menurun, begitu pula dengan harganya.

Petani pun bisa rugi besar karena serangan hama. Apalagi jika hama menyerang tanaman yang memiliki harga fantastis.

Upaya yang dilakukan oleh para petani tanaman hias di Indonesia antara lain menyemprotkan pestisida. Namun penggunaan pestisida secara berlebihan juga berdampak buruk untuk lingkungan. Selain membuat tercemar, hewan-hewan pun semakin kebal dengan pestisida.

Harga Tanaman Hias yang Tidak Stabil

Pencinta tanaman hias pasti sudah tidak asing lagi dengan tanaman gelombang cinta. Dahulu, harga tanaman ini bisa mencapai jutaan rupiah. Namun kini harganya telah anjlok. Hal ini juga menjadi salah satu hambatan bagi petani.

Harga yang tidak stabil membuat bisnis ini sulit untuk diprediksi. Harga tanaman yang sedang tren bisa meningkat berkali-kali lipat. Namun harganya bisa turun drastis dalam sekejap saja. Tak sedikit dari petani dan pedagang tanaman hias yang merugi akibat fenomena seperti ini.

Jenis tanaman hias rumahan menjadi ide bisnis tanaman hias yang menjanjikan walaupun harga tidak stabil.

Adaptasi sumber: Tanaman Hias